Sadis! Militer Myanmar Pasang Ranjau di Perbatasan Bangladesh


Diduga pasukan militer Myanmar telah menyiapkan ranjau darat di area perbatasan Bangladesh yang diyakini telah berada selama tiga hari terakhir dan untuk mencegah para warga Rohingya yang mungkin datang kembali setelah berhasil melarikan diri.

Secara resmi pemerintah Bangladesh akan mengajukan protes atas adanya ranjau darat di area perbatasan. Sebelumnya, ada yang telah melihat dan memantau bahwa sekelompok orang tengah menggali dan memasukkan yang diduga sebagai ranjau tersebut ke dalam tanah.

"Pasukan penjaga perbatasan kami melihat sekelompok orang menempatkan ranjau darat di wilayah perbatasan bagian mereka yang di dekatnya juga terdapat pagar kawat berduri," ujar sumber Pemerintah Bangladesh.

Bangladesh meyakini itu bukanlah kelompok militan yang selama ini disebut berasal dari Rohingya, meski sekelompok orang yang menempatkan ranjau di perbatasan Myanmar tidak mengenakan seragam militer. Dalam dua hari terakhir, ledakan dari ranjau darat juga sudah terdengar di area yang dijaga ketat oleh para tentara Myanmar.

Seorang warga Rohingya juga sempat melihat ada yang menggali tanah dan memasukkan sesuatu seperti cakram logam dengan diameter 10 sentimeter dan sisanya tertutup karena sudah terkubur dan terdengar ledakan di area perbatasan Bangladesh.

Sebelumnya tidak pernah terdengar ada penggunaan senjata ranjau darat dalam kekerasan terhadap warga Rohingya dan hingga saat ini, Myanmar belum menandatangani Perjanjian Internasional Larangan Ranjau yang dibuat pada 1997.

20 pos keamanan polisi di area perbatasan Myanmar dan Bangladesh dilaporkan mendapat serangan di area utara Rakhine.

Menurut pasukan militer Myanmar, ada ratusan orang yang diantaranya membawa senjata serta menggunakan bahan peledak dalam serangan tersebut. Pertempuran antara pasukan keamanan Myanmar dan penyerang kemudian terus berlanjut hingga dilakukan operasi di tiap desa yang menjadi tempat tinggal para penduduk dari etnis tersebut di sejumlah desa dan wilayah Rakhine.

Luka parah banyak di alami warga rohingya akibat tembakan yang dilepaskan oleh pasukan militer Myanmar pada saat ingin melarikan diri ke Bangladesh yang diperkirakan berjumlah 123.600 orang.

Selama ini, lebih dari 140 ribu diantaranya yang tewas sejak terjadi konflik di Rakhine. Warga Rohingya kerap menjadi korban kekerasan yang merupakan salah satu etnis minoritas di pemerintah Myanmar.






Sumber: Republika

0 komentar:

Posting Komentar